Juni 24, 2008

Barakallah anakku

Posted in Hari ini pada 2:31 am oleh bundarozan

Saat Rozan dilahirkan dalam keadaan gawat janin dan terpaksa harus dilahirkan caesar, sungguh tidak terfikir apapun selain kami ingin bayi yang sehat. Sampai beberapa bulan kemudian, perkembangan rozan yang melambat hanya divonis dokter klo si Rozan terkena TB dan harus terapi selama 6 bulan ditambah 3 bulan tambahan. Saat teman-teman seusianya sudah bisa jalan, rozan masih saja duduk, dan dokter bilang bahwa perkembangan tiap anak berbeda, agak sedikit menenangkan kami. Tapi dari hari ke hari perkembangannya yg lambat makin mengkhawatirkan kami. Karena tidak puas dengan dokter pertama, dengan rekomendasi teman-teman akhirnya kami ke dokter anak yg berpraktek di Harkit dan klinik Kimia Farma di Slipi. Alhamdulillah, kami akhirnya menemukan jawabannya meskipun konskuensi ke depannya butuh komitmen dan perjuangan panjang.

Setelah menunggu hasil CT scan yg bikin dag dig dug, dokter menyimpulkan otak Rozan baik2 saja, hanya syaraf penghubungnya yg bermasalah dan ini mengakibatkan keterlambatan motoriknya selama ini. Dokter bilang ini Asfiksia. Ternyata riwayat dulu saat hamil terlilit tali pusat dan harus caesar sangat erat hubungannya. Ya Allah, ini adalah ujianmu….betapa amanah ini sangat berat, mendidik Rozan kelak mandiri. Karena selain motoriknya juga berpengaruh pada cara berfikirnya.

Selama beberapa bulan kemudian dan hingga hari ini Rozan masih harus diterapi. Terapi Okupasi namanya. Alhamdulillah, sudah ada kemajuan meskipun lambat dan kami harus bersabar lagi, kalau hal ini tidak bisa instan. Dalam waktu ke depan, sudah ada rencana juga untuk mendaftarkannya ke terapi wicara, soalnya Rozan udah mulai cerewet tapi kata-kata yg dikeluarkannya belum terdengar jelas.

Yang membuat haru, ketika tiba-tiba Rozan bisa melafalkan sendiri doa tidurnya, ditengah kekhawatiran kekurangannya selama ini. ami memang selalu membiasakan membacakan doa sebelum tidur, dan ternyata si Rozan menyerap apa yang sering kami lafalkan tiap malam. Dan tiba-tiba keluarlah doa itu dari mulutnya, meski agak kurang jelas pengucapannya. Subhanallah….anakku, kelak engkau juga akan mendoakan ayah bunda mu kan?

Saya selalu takjub dengan tiap perkembangannya, sekecil apapun, meski bagi bunda lain yang anaknya sehat adalah hal yang biasa, bagi saya punya Rozan sebagai anak yg beda adalah sesuatu yg luar biasa. Saya tak pernah berharap yang muluk-muluknya baginya kelak saat dewasa, saya hanya berharap dia mandiri kelak dan jadi anak sholeh tentunya.

Rozan bersama teman2

Dan tak terasa, hari ini tanggal 24 Juni 2008, Rozan genap berusia 4 tahun. Met milad anakku….jika Allah masih mengizinkan hari-hari kita bersama ke depan, yuk semangat tatap cita-citamu! Ayah bundamu akan selalu ada untukmu…..

Iklan

3 Komentar »

  1. flowflow said,

    selamat ultah buat Alee…
    semoga sehat selalu…
    jadi anak shaleh selalu…
    amin…

    Alee udah minta kado belum mbak?
    ato jangan jangan udah minta ke bapaknya kado jalan jalan ke belitong?

  2. diah said,

    meski telat, tante diah mengucapkan selamat milad untuk Alee.. semoga makin disayang Allah dan Ayah Bundanya, aamiin…

    Bunda Rozan selalu semangat ya!

    salam kenal ^_^
    =P

  3. heri said,

    Alee yang lebih suka teh botol sosro daripada es krim sudah makin besar ya, smoga sehat selalu ^_^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: