Diarsipkan di bawah: Hari ini
Tak ada yang terlewatkan dan lebih indah dari tulisan Ayahnya Rozan sekaligus menantu yang mewakilkan tentang Bapak (http://beruangqutub.wordpress.com) Seperti itulah Bapak. Hal-hal indah bersama beliau akan terus tersimpan dengan baik di laci kenangan dalam memori. Beliau yang pendiam ditunjukkan kasih sayangnya lewat perbuatan ; beliau yang tak segan membantu peran mama untuk mencuci bahkan melipat popok dhiya sekalipun dilakukannya saat aku sibuk dengan si kecil. Beliau yang tak segan datang ke rumah kami saat pompa air rusak atau mencabut rumput halaman kami tanpa kami minta. Beliau yang senang memutar lagu-lagu lama Panbers, BeGees atau Mus Mujiono. Beliau yang menjaga Dhiya saat eyangnya mengantar Rozan sekolah ; betapa menakjubkannya melihatnya menggendong Dhiya yang masih bayi, padahal biasanya Bapak-bapak kesulitan menggendong bayi mungil
Oh…waktu begitu cepat, Allah sang pemilik hidup dan mati telah memanggilnya, sebelum aku sempat bilang klo aku begitu mencintainya, sebelum aku sempat memeluk dan menciumnya saat ia masih ada. Sebelum aku sempat bicara panjang dan mesra dengan Bapak…did u know that i really love u Father….? I’m so sorry

Bapakku, Rozan dan Ayahnya
Allohummaghfirlahu
Warhamhuwa’afiihiwa’fu ‘anhu
Ya Allah, kumpulkanlah kami dalam Jannahmu……
amin
No Comments Yet sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>