05.20.09
ayah beruang dan gunung
Awalnya bunda merasa perjalanan ayah beruang kemarin ke Gn. Gede adalah salah satu keegoisannya. Dhiya yang baru 3 bulan sudah ditinggal jauh. Ke Gn. Gede sekalipun yang dalam kategori pendakian termasuk mudah tetap membuat cemas. Apalagi kabar dari ayah beruang jarang terkirim lewat ponsel karena sinyal yang lemah, membuat bertanya-tanya terus tentang keadaannya. Toh akhirnya ayah beruang pulang dengan selamat meski meninggalkan “jejak” di salah satu kakinya : terkilir.
Setelah melihat hasil foto-fotonya selama pendakian ternyata bunda baru paham kenapa ayah beruang selalu ingin kembali.
Tapi dalam pendakiannya tak hanya keindahan yang ayah beruang temui, dia “menemukanku”, pendampingnya selama hampir 6 tahun…. dan dia masih mencintaiku seperti dulu. Ia juga “menemukan” Dhiya dan Rozan, yang ia rela mempertaruhkan segalanya…
Ternyata dia tak sepenuhnya egois, walau mungkin berat mengizinkan ayah beruang mendaki lagi.
* ayah beruang = ayahnya rozan & dhiya
nahrawisagita berkata,
Mei 20, 2009 pada 11:43 am
Salam untuk keluarga yang bahagia.
Sangat dewasa menurut saya.
Terima kasih.
dimasmidas berkata,
Mei 25, 2009 pada 9:35 am
justru naik gunung itu untuk belajar mengendalikan keegoisan, hun….