06.24.08
Barakallah anakku
Saat Rozan dilahirkan dalam keadaan gawat janin dan terpaksa harus dilahirkan caesar, sungguh tidak terfikir apapun selain kami ingin bayi yang sehat. Sampai beberapa bulan kemudian, perkembangan rozan yang melambat hanya divonis dokter klo si Rozan terkena TB dan harus terapi selama 6 bulan ditambah 3 bulan tambahan. Saat teman-teman seusianya sudah bisa jalan, rozan masih saja duduk, dan dokter bilang bahwa perkembangan tiap anak berbeda, agak sedikit menenangkan kami. Tapi dari hari ke hari perkembangannya yg lambat makin mengkhawatirkan kami. Karena tidak puas dengan dokter pertama, dengan rekomendasi teman-teman akhirnya kami ke dokter anak yg berpraktek di Harkit dan klinik Kimia Farma di Slipi. Alhamdulillah, kami akhirnya menemukan jawabannya meskipun konskuensi ke depannya butuh komitmen dan perjuangan panjang.
Setelah menunggu hasil CT scan yg bikin dag dig dug, dokter menyimpulkan otak Rozan baik2 saja, hanya syaraf penghubungnya yg bermasalah dan ini mengakibatkan keterlambatan motoriknya selama ini. Dokter bilang ini Asfiksia. Ternyata riwayat dulu saat hamil terlilit tali pusat dan harus caesar sangat erat hubungannya. Ya Allah, ini adalah ujianmu….betapa amanah ini sangat berat, mendidik Rozan kelak mandiri. Karena selain motoriknya juga berpengaruh pada cara berfikirnya.
Selama beberapa bulan kemudian dan hingga hari ini Rozan masih harus diterapi. Terapi Okupasi namanya. Alhamdulillah, sudah ada kemajuan meskipun lambat dan kami harus bersabar lagi, kalau hal ini tidak bisa instan. Dalam waktu ke depan, sudah ada rencana juga untuk mendaftarkannya ke terapi wicara, soalnya Rozan udah mulai cerewet tapi kata-kata yg dikeluarkannya belum terdengar jelas.
Yang membuat haru, ketika tiba-tiba Rozan bisa melafalkan sendiri doa tidurnya, ditengah kekhawatiran kekurangannya selama ini. ami memang selalu membiasakan membacakan doa sebelum tidur, dan ternyata si Rozan menyerap apa yang sering kami lafalkan tiap malam. Dan tiba-tiba keluarlah doa itu dari mulutnya, meski agak kurang jelas pengucapannya. Subhanallah….anakku, kelak engkau juga akan mendoakan ayah bunda mu kan?
Saya selalu takjub dengan tiap perkembangannya, sekecil apapun, meski bagi bunda lain yang anaknya sehat adalah hal yang biasa, bagi saya punya Rozan sebagai anak yg beda adalah sesuatu yg luar biasa. Saya tak pernah berharap yang muluk-muluknya baginya kelak saat dewasa, saya hanya berharap dia mandiri kelak dan jadi anak sholeh tentunya.
Dan tak terasa, hari ini tanggal 24 Juni 2008, Rozan genap berusia 4 tahun. Met milad anakku….jika Allah masih mengizinkan hari-hari kita bersama ke depan, yuk semangat tatap cita-citamu! Ayah bundamu akan selalu ada untukmu…..
06.17.08
Akhirnya datang juga…
Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga… Setelah 4 bulan menunggu sejak kami memutuskan untuk punya adek baru buat Mas Rozan atau Ali (panggilan dirumah). Yup, aku positif hamil! alhamdulillah…senang banget rasanya. Disaat teman-teman yang lain diberi ujian ‘belum dikasih momongan’, Allah mempercayakan amanah itu kepada kami lagi. Ini juga sekaligus doa buat temen-temen yg lagi ikhtiar untuk mempunyai anak, moga kalian juga dimudahkan oleh Allah ya, amin… Ganbatte ne! tetap semangat !
Kalau dihitung dari masa haid terakhir, kandungan sekarang udah masuk 7 minggu, hampir 2 bulan. Terakhir USG udah ada terlihat kantung janin dan janinnya yg keciiiill. Berdasarkan fase-fase kehamilan yg aku liat di situs infobunda.com umur 4-8 mingguan jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk, muncul tulang-tulang wajah, mata, jari kaki, dan tangan. Semoga sampe waktunya keluar ke dunia, si calon adek ini bisa lahir semurna dan sehat, amin..minta doanya ya teman-teman…
Seperti kehamilan pada umumnya, kehamilan yg ini juga mengalami apa yg disebut morning sickness. Beda dari kehamilan dulu, mual hanya kerasa malam hari (morning sicknes bukan berarti harus pagi lho), tapi yg sekarang hampir setiap waktu. Pagi2 dijalan saat berangkat kerja, harus udah nyemil biskuit atau crackers untuk ngurangin rasa mual. Karena sekarang aku ngerasa asam lambung agak berlebih, sebentar2 perut kerasa perih dan mual, jadi musti siap sedia apa aja yg sehat yg bisa dimakan, hehe…. Nah ini yang mengkhawatirkan, udah nambah sekilo so far, yang doyan mamam bundanya apa dedeknya yaa? :p Tapi dibilang doyan juga nggak sih, kadang makanan masuk demi tuntutan perut yg klo gak diisi mualnya menjadi-jadi. Jadilah kemaren biskuit R*** ini masuk meski sebelumnya belum pernah seumur-umur makan biskuit itu, karena emang gak doyan cemilan yang manis kek gini. Dan kadang saatnya makan siang atau malam perut yang gak bisa diajak kompromi. Beberapa hari terkakhir kehilangan selera makan nasi. Kadang dipaksa juga makan sambil nahan2 mual. Dan yang paling sebel, suka dipaksa-paksa makan nasi, padahal makan itu bukan berarti harus pake nasiiiiiiiii….. kan bisa makan biskuit atau buah atau lainnya, it doesnt mean i dont care about the baby, i just need time to past this through -curcol- hehe…..
One more thing, ibu hamil itu perasaan dan emosinya sensitive -karena pengaruh hormon kali ya- so please, bapak2 wannabe tolong ngertiin ibunya yg lagi hamil ya, klo manja sedikit itu wajar dan lumrah, tho sebelum hamil apa iya semanja ini?


