Selalu hari yang indah……..


Lulus
Juli 29, 2009, 3:44 am
Diarsipkan di bawah: Awal di hari yang indah

Eiiiitttt ini bukan sembarang lulus, bukan pula lulus ujian apalagi lulus S1, boro2 dah lulus, ijin belajarnya aja batal demi hukum, haha… Tapi klo Bundanya Haikal alias my boss, lulusnya melebihi lulus S2. Bisa jadi klo yang sudah pernah merasakan lulus S2. Tapi yang saya rasakan saat lulus yang ini adalah bahagia bercampur haru, exited, bersyukur…… tau gak lulus apa? Lulus ASI 6 bulan! yepiiiiiiiiiii…..Dhiya bisa dapet haknya selama 6 bulan ASI terus! apalagi diawal2 menyusui banyak suka dukanya.

Alhamdulillah ya Allah Engkau mudahkan semuanya…. :)

Perjuangan berikutnya adalah ASI saja untuk Dhiya sampai 2 tahun, mudahkanlah juga ya Allah, amin….

Ini ada kenang2an Dhiya pertama MP ASI tgl 26 Juli kemaren, menu pertama bubur beras merah + ASI (sayang agak burem fotonya)

1st meal

nyaammm



Masih belum beranjak
Juli 2, 2009, 2:24 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Masih belum beranjak,

jiwa ini

sejak terakhir

saat engkau masih ada

menyapa,  menyayang dan melindungi

masih juga belum beranjak,

rasa ini

sejak terakhir

saat engkau masih ada

perasaan yang mendera, andai saat itu….

aku melakukan hal yang berbeda

apakah keadaan akan masih sama?

andai bisa ku putar waktu dan ku rubah cara

apa engkau akan masih  ada?

maafkan aku pak

andai ku putar waktu….

aku hanya ingin kau tahu

betapa aku menyayangimu seperti engkau menyayangiku

*dalam isak tangis kerinduan dan penyesalan*



did u know that i really love u?
Juni 25, 2009, 8:57 am
Diarsipkan di bawah: Hari ini

Tak ada yang terlewatkan dan lebih indah dari tulisan Ayahnya Rozan sekaligus menantu yang mewakilkan tentang Bapak (http://beruangqutub.wordpress.com) Seperti itulah Bapak. Hal-hal indah bersama beliau akan terus tersimpan dengan baik di laci kenangan dalam memori. Beliau yang pendiam ditunjukkan kasih sayangnya lewat perbuatan ; beliau yang tak segan membantu peran mama untuk mencuci bahkan melipat popok dhiya sekalipun dilakukannya saat aku sibuk dengan si kecil. Beliau yang tak segan datang ke rumah kami saat pompa air rusak atau mencabut rumput halaman kami tanpa kami minta. Beliau yang senang memutar lagu-lagu lama Panbers, BeGees atau Mus Mujiono. Beliau yang menjaga Dhiya saat eyangnya mengantar Rozan sekolah ; betapa menakjubkannya melihatnya menggendong Dhiya yang masih bayi, padahal biasanya Bapak-bapak kesulitan menggendong bayi mungil :)

Oh…waktu begitu cepat, Allah sang pemilik hidup dan mati telah memanggilnya, sebelum aku sempat bilang klo aku begitu mencintainya, sebelum aku sempat memeluk dan menciumnya saat ia masih ada. Sebelum aku sempat bicara panjang dan mesra dengan Bapak…did u know that i really love u Father….? I’m so sorry

Bapak, Rozan dan Ayahnya

Bapakku, Rozan dan Ayahnya

Allohummaghfirlahu

Warhamhuwa’afiihiwa’fu ‘anhu

Ya Allah, kumpulkanlah kami dalam Jannahmu……
amin



BCB
Mei 20, 2009, 9:21 am
Diarsipkan di bawah: Hari ini

Afgan – Bukan Cinta Biasa (OST Bukan Cinta Biasa)

Kali ini kusadari

Aku telah jatuh cinta

Dari hatiku terdalam

Sungguh aku cinta padamu

Cintaku bukanlah cinta biasa

Jika kamu yang memiliki

Dan kamu yang temaniku seumur hidupku

Terimalah pengakuanku

Percayalah kepadaku

Semua ini kulakukan

Karena kamu memang untukku

Cinta ku bukan cinta biasa

Jika kamu yang menemani

Dan kamu yang temaniku seumur hidupku

Terimalah pengakuanku

Cinta

P.S. I love U more  –today i found out that ur love is greater than i ever thought—



ayah beruang dan gunung
Mei 20, 2009, 8:36 am
Diarsipkan di bawah: Hari ini

Awalnya bunda merasa perjalanan ayah beruang kemarin ke Gn. Gede adalah salah satu keegoisannya. Dhiya yang baru 3 bulan sudah ditinggal jauh. Ke Gn. Gede sekalipun yang dalam kategori pendakian termasuk mudah tetap membuat cemas. Apalagi kabar dari ayah beruang jarang terkirim lewat ponsel karena sinyal yang lemah, membuat bertanya-tanya terus tentang keadaannya. Toh akhirnya ayah beruang pulang dengan selamat meski meninggalkan “jejak” di salah satu kakinya : terkilir.

Setelah melihat hasil foto-fotonya selama pendakian ternyata bunda baru paham kenapa ayah beruang selalu ingin kembali.

Tapi dalam pendakiannya tak hanya keindahan yang ayah beruang temui, dia “menemukanku”, pendampingnya selama hampir 6 tahun…. dan dia  masih mencintaiku seperti dulu.  Ia juga “menemukan” Dhiya dan Rozan, yang ia rela mempertaruhkan segalanya…

Ternyata dia tak sepenuhnya egois, walau mungkin berat mengizinkan ayah beruang mendaki lagi.

* ayah beruang = ayahnya rozan & dhiya



Bintang baru
April 16, 2009, 1:53 am
Diarsipkan di bawah: Hari ini

Ya ampyuunnn, udah 2 mingguan ngantor -setelah cuti melahirkan- baru buka blog lagi, karena begitu pegang kompi langsung daftar fesbuk, haha…gak mo ketinggalan ama temen2 yg lagi ngeributin fesbuk. Padahal friendster aja dah jarang dibuka lagi.  Cuma mo ngulang kebahagiaan klo teman2 sebelumnya sudah tau. Dhiya mau ikut aku pajang di sini, yang lagi lucu-lucunya, sampe kepikiran pengen punya lagi…-eits, nanti dulu ah, masih inget sakitnya yg kmaren, hehe-

Tante, Om, Pak Dhe, Bu Dhe…kenalkan new member of Kholid’s family

dhiya abis mandidhiya abis mandi

“aku lahir 25 Januari 2009, namaku Dhiya Ulhaq Azkiya yg artinya cahaya kebenaran dari orang yg suci… oopss, maaf ya tan, om, pak dhe, bu dhe…aku habis mandi, jd blum pake baju…bentar aku pake baju dulu….”

dhiya is a Lady Strawberrydhiya is a Lady Strawberry

tadaaaaaaa… sekarang aku dah lengkap pake baju dan topi, ayahku jadi sering panggil aku Lady Strawbery gara2 topiku ini…hihi…”



Palestina, dukamu duka kami…
Januari 7, 2009, 2:33 am
Diarsipkan di bawah: Sekitar kita

kispa.org -Peringatan 60 Tahun Tragedi Nakbah

PALESTINA, BAGAIMANA BISA AKU MELUPAKANMU
oleh : Taufiq Ismail

Ketika rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer dengan suara gemuruh
menderu, serasa pasir dan batu bata dinding kamartidurku
bertebaran di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan
mengepulkan debu yang berdarah,

Ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan apelmu dilipat-lipat
sebesar saputangan lalu di Tel Avis dimasukkan dalam fail lemari
kantor agraria. serasa kebun kelapa dan pohon manggaku di kawasan
katulistiwa, yang dirampas mereka,

Ketika kiblat pertama mereka gerek dan keroaki bagai kekuatan reptilia bawah
tanah dan sepatusepatu serdadu menginjaki tumpuan kening kita
semua, serasa runtuh lantai papan surau tempat aku waktu kecil
belajar tajwid Al-Quran 40 tahun silam, dibawahnya ada kolam ikan
yang air gunungnya bening kebiru-biruan kini ditetesi

air
mataku,

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu,

Ketika anak-anak kecil di Gaza belasan tahun bilangan umur mereka
menjawab laras baja dengan timpukan batu cuma, lalu dipatahi
pergelangan tangan dan lengannya, siapakah yang tak menjerit serasa
anak-anak kami Indonesia jua yang dizalimi mereka – tapi saksikan
tulang muda mereka yang patah akan bertaut dan mengulurkan
rantai amat panjangnya, pembelit leher lawan mereka, penyeret
tubuh si zalim ke neraka,

Ketika kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan, Samir Al Qassem, Harun Hashim
Rashid, Jabra Ibrahim Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang
dibacakan di Pusat Kesenian Jakarta, jantung kami semua berdegup
dua kali lebih gencar lalu tersayat oleh sembilu bambu deritamu,
darah kami pun memancar ke atas lalu meneteskan guratan kaligrafi

‘Allahu Akbar!’
dan
‘Bebaskan Palestina!’

Ketika pabrik tak bernama 1000 ton sepekan memproduksi dusta,
menebarkannya ke media cetak dan elektronika, mengoyaki
tenda-tenda pengungsi di padang pasir belantara.
membangkangi resolusi-resolusi majelis terhormat di dunia,
membantai di Shabra dan Shatila, mengintai Yasser Arafat,
Ahmad Yassin dan semua pejuang negeri anda, aku pun
berseru pada khatib dan imam shalat Jum’at sedunia; doakan
kolektif dengan kuat seluruh dan setiap pejuang yang
menapak jalanNya, yang ditembaki dan kini dalam penjara.
lalu dengan kukuh kita bacalah

‘la quwwata illa bi-Llah!’

Palestina. bagaimana bisa aku melupakanmu
Tanahku jauh. bila diukur kilometernya beribu-ribu
Tapi azan Masjidil Aqsha begitu merdu
Serasa terngiang-ngiang di telingaku.

1989

diambil dari http://www.kispa.org/

KISPA
Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina

"save palestine!"

"save palestine!"

nb : untuk tragedi di Palestine, Sabtu 27 Desember 2008, hanya dua hari menjelang tahun baru 1430 Hijriyah. Pukul 11.30 menjelang azan Zuhur di Jalur Gaza, Palestina. Dukamu adalah duka kami…banyak doa untuk kalian wahai para syahid dan syahidah, Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’man-nashir



Selamat Hari Ibu, mamaku sayang…
Desember 22, 2008, 3:10 am
Diarsipkan di bawah: Hari ini
me and mom

me and mom

Ibuku hanyalah orang biasa yang ‘luarbiasa.’ Lahir sebagai anak petani membuat ibu hanya bisa mengenyam pendidikan sampai SD. Karena itulah ibuku cuma seorang penjahit dan sempat menjadiburuh pabrik garmen. Dulu saat menjelang lebaran ibuku hampir tidak tidur untuk menyelesaikan pesanan jahitan, betapa melelahkan. Tapi ibuku tidak mengeluh, karena klo ibu tidak bekerja keras, anak2nya yang tiga orang akan sulit tercukupi kebutuhannya yang tidak mungkin mengandalkan dari gaji bapak yang juga buruh pabrik juga. Ibuku tidak pernah menelantarkan anak2nya walau beliau bekerja. Beliau selalu menyiapkan keperluan kami sebelum berangkat kerja dan saat istirahat siang beliau selalu menengok anak2nya di rumah. Selama tahun2 itu pula, kami sudah terbiasa ditinggal ibu saat bekerja, aku SD waktu itu.

Aaah, waktu cepat berlalu. Beliau baru berhenti bekerja saat Rozan cucunya lahir, dan tugas2 mengasuh Rozan sebagian berpindah padanya. Kasih sayangnya sekarang sebagai seorang ibu dan eyang tidak beda, melimpah dan tak kenal waktu. Saya tak mungkin membayarnya ataupun menggantinya. Hanya doa teriring senantiasa buat beliau…..apa yang telah diberikannya secara cuma-cuma menjadikannya makhluk yang dicintai dan diridhoi Allah, dan menjadi rebutan surga-surga di akherat kelak.

Setiap butir peluh yang kau teteskan…

hingga tenaga tak tersisa,

kasih sayang yang tak terhitung

dan malam-malam panjang doamu untuk kami

Terima kasih…. hanya Allahlah yang mampu membalasnya

Selamat Hari Ibu…. mamaku sayang

Ibu dan eyang Rozan tercinta kami  :)



Ibu Mertua
Desember 3, 2008, 2:03 am
Diarsipkan di bawah: Hari ini

Masa-masa penyesuaian setelah menikah bisa dibilang tidak mudah, sekaligus juga tidak sulit. Bayangkan dua pribadi yang berbeda akhirnya tinggal satu rumah demi visi misi yang sama, sama-sama membangun keluarga yang samara sesuai sunnah rasul. Betapa saya masih ingat, hanya soal sepele saya bisa ngambek dan menangis, ooh..melow sekali. Dan yang saya masih ingat betul tentunya diawal-awal pernikahan kami suami sering membanding-bandingkan saya istrinya dengan ibunya.

img_1733

(kika : saya, ibu mertuaku Istilakhyati, ayahnyarozan, Rozan)

Tak ada maksud jahat saya yakin, selama masa hidupnya sebelum menikah dengan saya dia dibesarkan oleh ibunya, dibentuk pola pikir dan akhlaknya, tentu wajar setelah menikah masih terngiang-ngiang sosok ibunya harus juga hadir pada istrinya. Tapi lama kelamaan suami sadar klo saya paling tidak suka dibanding-bandingkan dengan siapapun, baik oleh wanita lain apalagi ibunya. Seperti halnya suami manapun yang tidak mau dibanding-bandingkan dengan laki-laki lain. Saya adalah saya, ibunya adalah ibunya. Tapi hal-hal tadi tidak semerta-merta membuat saya antipati terhadap mertua, saya malah sebenarnya juga mengagumi beliau seperti kekaguman saya pada ibu saya, wanita-wanita perkasa. Dan saya jadi malah tau kesukaan dan kebiasaan suami saya dari cerita-cerita yang berkaitan dengan ibunya, jadi senjata saya untuk menyenangkan suami dan memahaminya :)

nb : “Happy belated birthday tuk ibuku Istilakhyati, 1 Desember 2008, semoga keberkahan dan keridhaan Allah senantiasa mengiringi ibu..amin”



Barakallah anakku
Juni 24, 2008, 2:31 am
Diarsipkan di bawah: Hari ini

Saat Rozan dilahirkan dalam keadaan gawat janin dan terpaksa harus dilahirkan caesar, sungguh tidak terfikir apapun selain kami ingin bayi yang sehat. Sampai beberapa bulan kemudian, perkembangan rozan yang melambat hanya divonis dokter klo si Rozan terkena TB dan harus terapi selama 6 bulan ditambah 3 bulan tambahan. Saat teman-teman seusianya sudah bisa jalan, rozan masih saja duduk, dan dokter bilang bahwa perkembangan tiap anak berbeda, agak sedikit menenangkan kami. Tapi dari hari ke hari perkembangannya yg lambat makin mengkhawatirkan kami. Karena tidak puas dengan dokter pertama, dengan rekomendasi teman-teman akhirnya kami ke dokter anak yg berpraktek di Harkit dan klinik Kimia Farma di Slipi. Alhamdulillah, kami akhirnya menemukan jawabannya meskipun konskuensi ke depannya butuh komitmen dan perjuangan panjang.

Setelah menunggu hasil CT scan yg bikin dag dig dug, dokter menyimpulkan otak Rozan baik2 saja, hanya syaraf penghubungnya yg bermasalah dan ini mengakibatkan keterlambatan motoriknya selama ini. Dokter bilang ini Asfiksia. Ternyata riwayat dulu saat hamil terlilit tali pusat dan harus caesar sangat erat hubungannya. Ya Allah, ini adalah ujianmu….betapa amanah ini sangat berat, mendidik Rozan kelak mandiri. Karena selain motoriknya juga berpengaruh pada cara berfikirnya.

Selama beberapa bulan kemudian dan hingga hari ini Rozan masih harus diterapi. Terapi Okupasi namanya. Alhamdulillah, sudah ada kemajuan meskipun lambat dan kami harus bersabar lagi, kalau hal ini tidak bisa instan. Dalam waktu ke depan, sudah ada rencana juga untuk mendaftarkannya ke terapi wicara, soalnya Rozan udah mulai cerewet tapi kata-kata yg dikeluarkannya belum terdengar jelas.

Yang membuat haru, ketika tiba-tiba Rozan bisa melafalkan sendiri doa tidurnya, ditengah kekhawatiran kekurangannya selama ini. ami memang selalu membiasakan membacakan doa sebelum tidur, dan ternyata si Rozan menyerap apa yang sering kami lafalkan tiap malam. Dan tiba-tiba keluarlah doa itu dari mulutnya, meski agak kurang jelas pengucapannya. Subhanallah….anakku, kelak engkau juga akan mendoakan ayah bunda mu kan?

Saya selalu takjub dengan tiap perkembangannya, sekecil apapun, meski bagi bunda lain yang anaknya sehat adalah hal yang biasa, bagi saya punya Rozan sebagai anak yg beda adalah sesuatu yg luar biasa. Saya tak pernah berharap yang muluk-muluknya baginya kelak saat dewasa, saya hanya berharap dia mandiri kelak dan jadi anak sholeh tentunya.

Rozan bersama teman2

Dan tak terasa, hari ini tanggal 24 Juni 2008, Rozan genap berusia 4 tahun. Met milad anakku….jika Allah masih mengizinkan hari-hari kita bersama ke depan, yuk semangat tatap cita-citamu! Ayah bundamu akan selalu ada untukmu…..